Showing posts with label Fresh funds. Show all posts
Showing posts with label Fresh funds. Show all posts

Untuk adik-adikku tercinta, saya membuatkan satu artikel sebagai acuan pembuatan proposal. Buat yang mau download filenya disini untuk siapa saja yang merasa perlu. Saya selalu mendukung, walaupun tidak selalu ada menemani adik-adik tercinta dalam setiap kegiatan . Semoga kegiatannya sukses! Untuk sekarang saya hanya buat yang sederhana karena waktu jua yang membuat pekerjaan saya tertunda (heu..heu..) Sok sibuk! Nantika seri berikutnya!

  • Contoh Proposal.
  • Proposal Pengajuan Dana.
  • Proposal Pendirian Usaha.
  • Proposal Permohonan Kredit.
  • Proposal Penelitian.
  • Proposal Pengadaan barang/jasa.
Yang mau download contoh proposal disini

Bersambung...


Cara Mendapatkan Dana Sponsor

Penggalangan dana atau fundraising adalah segala upaya mendapatkan dana dan sumber daya untuk membiayai kebutuhan organisasi dalam menjalankan programnya secara efektif dan dapat berkembang sesuai tuntutan kebutuhan masyarakat yang dilayani atau didampingi. Dan tujuannya adalah untuk menghimpun dana dan sumber daya, meningkatkan citra lembaga, memperbanyak donatur, memperkuat organisasi, mendorong transparasi, meningkatkan akuntabilitas, meningkatkan jiwa sosial masyarakat, dan mengurangi ketergantungan lembaga.

Identifikasi Calon Donatur

Untuk menemukan donatur ada rumus 3C yaitu :
1. Connection (koneksi). Maksudnya kita perlu setiap saat menjalin hubungan terhadap semua donatur baik yang lama maupun yang baru.
2. Capability (kapasitas memberi). Setiap donatur tidak mungkin mempunyai kemampuan yang sama. Maka yang perlu kita ketahui adalah berapa perkiraan kemampuan mereka memberi. Permintaan terlalu banyak bisa menyebabkan para donatur menjadi takut memberi, sedangkan terlalu sedikit dianggap meremehkan.
3. Concern (kepedulian). Dalam hal ini kita harus bisa mengajak para donatur untuk ikut serta peduli terhadap terget grup yang akan kita layani.

Untuk mengetahui calon donatur, kita perlu meneliti calon donatur kita. Untuk itu harus ada informasi tentang donatur. Informasi itu bisa meliputi nama, umur, alamat, pekerjaan, pendidikan, keluarga, kepada siap dia pernah memberi dana, dan jumlah dana yang pernah ia berikan. Perlu juga dilihat kapasitasnya. Sumber kekayaan donatur dan kekayaan donatur itu sendiri. Sementara itu ada juga lembaga bisnis memberi dana supaya menghasilkan publisitas. Hal ini dilakukan oleh sejumlah media massa seperti Kompas, Media Indonesia, dan lain-lain.

Kerangka Umum Penggalangan Dana

Ada sembilan tahap yaitu :
1. Apa yang Anda mau capai? artinya tahap ini Anda diminta untuk dapat merumuskan arah visi Anda.
2. Merumuskan tujuan dan sasaran lembaga.
3. Menyusun berapa biaya total.
4. Mengidentifikasi para pemilik dana.
5. Bagaimana mendapatkan dana.
6. Merumuskan strategi untuk mendapatkan dana hibah.
7. Bagaimana memohon hibah.
8. Mintalah dana hibah.
9. Berterima kasihlah (he..he..he..).

Strategi Menemukan Donatur

Ada berbagai cara untuk mendapatkan dana. Salah satunya adalah melalui acara khusus. Misalnya dengan mengadakan bazar amal. Beberapa orang yang berpotensial kita undang dalam acara tersebut. Di tengah-tengah acara itu kita bisa lebih lanjut menjelaskan tujuan organisasi menggelar acara "Bazar Amal", misalnya. Acara khusus sebagai sarana pengumpulan dana.

Mengelola Pendapatan

Yang dimaksud di sini adalah upaya pertukaran dengan surplus. Pendapatan bisa diperoleh dari perdagangan, pelayanan jasa profesional, dan dana abadi serta investasi. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam usaha mencari pendapatan sendiri.
1. Apa tujuan utama organisasi mengusahakan kegiatan yang mendatangkan pendapatan?
2. Bagaimana kegiatan ini memperkaya nilai terhadap misi organisasi yang ada?
3. Apakah organisasi memiliki business plan yang dapat diandalkan?
Untuk itu diperlukan riset pasar. dalam riset pasar ini ada rumus 5 P fundamental, yaitu.
1. Product. Artinya, apa yang akan dijual?
2. People. Artinya, adakah tersedia cukup pembeli? Sasaran pembeli.
3. Price. Artinya, seberapa banyak pembeli mampu membayar? Harga yang pantas.
4. Place. Artinya, di area mana yang paling efektif?
5. Promotion. Artinya, bagaimana cara agar pembeli ingin membeli lagi?

Tips terakhir yang paling penting adalah menjaga hubungan baik dengan para donatur. Sehingga apabila kita mengajukan dana dikemudian hari, donatur itu sudah percaya kepada kita. Buatlah data base, berilah hadiah, dan undanglah para donatur ke acara resmi kita. Tulisan ini termotivasi oleh para adik kelas yang belum mengerti bagaimana cara mendapatkan dana. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber Dana Kredit Usaha Rakyat

Pemerintah berencana meningkatkan alokasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2009 menjadi 20 triliun. Hal itu dimaksudkan untuk menyelamatkan perekonomian nasional dari hantaman krisis ekonomi global. "Saat 1998 lalu terbukti sektor UMKN (usaha mikro kecil menengah) berhasil bertahan dari krisis. Kami yakin dalam krisis kali ini sektor UMKN juga akan berhasil menjadi penopang." Ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Presiden, dalam APBN 2009 alokasi penjaminan untuk KUR sudah dianggarkan Rp 1 triliun, sehingga kredit yang disalurkan sebesar Rp 10 triliun. Untuk rencana tambahan penyalur KUR sebesar Rp 10 tliliun lagi, pemerintah akan berbicara dengan DPR agar anggaran penjaminan KUR di APBN dapat ditambah Rp 1 triliun. "Untuk tahun ini, dari alokasi anggaran KUR sebesar Rp 14 triliun, sebanyak Rp 12 triliun telah disalurkan ke nasabah," tutur Yudhoyono.

BRI

Menurut Direktur Utama Bank Rakyat INdonesia (BRI) Sofyan Basyir, penyaluran KUR yang dilakukan BRI hingga akhir November 2008 telah mencapai Rp. 12,030 triliun, dengan jumlah debitur 1,567 juta orang. Dari jumlah tersebut, komposisi KUR Ritel (di atas Rp 5 juta) sebesar Rp 2,850 triliun, dan KUR Mikro (di bawah Rp 5 juta) Rp 5,752 triliun.
disebutkan jumlah debitur KUR Mikro yang menikmati fasilitas kredit di bawah Rp 5 juta mencapai 1.485.866 orang atau 49 persen dari total debitur KUR. Jumlah KUR nasional tertinggi di capai oleh Provinsi Jawa Tengah 15,06 persen dan Jawa Barat 12,35 persen