Showing posts with label Inspiration Business. Show all posts
Showing posts with label Inspiration Business. Show all posts

www.tradeworld.com adalah alibaba Indonesia asal Cirebon. Sang pemilik Toton Taufik mempunyai ambisi untuk mengalahkan Jack Ma pendiri alibaba.com. Langkah yang ia tempuh adalah membeli domain yang dua tahu lalu sudah dimiliki orang yaitu www.tradeworld.com. Ia tahu domain itu seperti mengandung emas. Bayangkan, jika domain itu dibeli secara normal (belum ada yang memiliki sebelumnya) harganya tidak sampai Rp 100.000 untuk registasi setahun. Kini ia malah harus membeli sampai Rp 60 juta.

Setelah setahun mengelola tradeworld.com, mulai 3 Desember 2008 ia meluncurkan desain barunya. Seperti alibaba.com, tradeworld.com juga menyajikan informasi anaka produk yang ditawarkan kepada publik dunia. Calon buyer yang mencari barang bisa surfing di situ. Kalau menemukan barang yang dicari tinggal menghubungi perusahaan produsennya melalui telepon atau email.

Dia hanya memungut biaya membership para eksportir yang ingin produknya terpajang di tradeworld.com. Untuk sekedar mencantumkan nama dan alamat perusahaan saja ia tidak memungut biaya (anggota standard). Tapi bagi mereka yang mencantumkan alamat produk serta gambar produknya biayanya US$ 12 per tahun (anggota silver). Jika ingin ditambah dengan link ke website-nya, member harus mengeluarkan biaya keanggotaan dua kali lipat, yaitu US$ 24 per tahun (anggota gold).

Seperti banyak diceritakan, Jack Ma berhasil menyulap alibaba.com menjadi bisnis yang mendatangkan banyak uang. Ma sendiri awalnya hanyalah seorang guru bahasa Inggris di Negeri Tirai Bambu itu. Berkat bahasa Inggris itulah ia mulai mengenal internet. Tahun 1995 ia mulai membangun sebuah website. Mungkin website pertamanya di China. Gara-gara ini ia malah dijadikan penasihat di Kementrian Informasi China.

Lalu alibaba didapat karena waktu Jack Ma sedang ke Amerika, ia mendengar sejumlah orang menyebut nama alibaba. Ternyata, katanya, alibaba itu dikenal di mana-mana. Dari situlah ia mengambil domain alibaba.com untuk website e-commerce-nya. Tahun 1998 mulailah ia dan 18 orang rekannya mendirikan alibaba.com.

Tradeworld.com adalah website ke enam yang dimiliki Toton. Sebelumnya ia memiliki woodfurniture.net, rattanland.com, export-import-indonesia.com, dan theteak.com, serta petrotrans.com. Belum termasuk totontaufik.com yang menjadi pintu ke enam tradeworld.com. woodfurniture.net adalah portal bagi eksportir atau produsen furniture yang berbahan baku rotan baik dari Indonesia maupun luar negri. export-import-indonesia.com adalah website untuk ekspor impor Indonesia. Sedangkan theteak.com adalah portal untuk furniture berbahan baku kayu jadi. Terakhir petrotrans.com adalah website usahanya yang bergerak di bidang transportasi BBM.



Internet Membuka Peluang Usaha

Kemajuan teknologi informasi membuka sejuta peluang bagi siapa saja, asalkan ia mampu memanfaatkan secara positif. Ini yang terjadi oleh Aldy Santo (22), mahasiswa Bisnis Manajemen Universitas Widyatama Bandung. Dengan memanfaatkan internet, dia dan kawan-kawannya berhasil menciptakan sebuah alat penghemat bahan bakar kendaraan. “Semula berawal dari keprihatinan atas makin mahalnya BBM (bahan bakar minyak). Saya dan kawan-kawan mencari artikel di internet tentang pembuat alat penghemat bahan bakar. Sejak itulah kami mencoba menerapkannya,” kata Aldy.

Produk yang ia temukan diberi nama Brown Energy, dinamakan demikian karena produk ini dirintis oleh Julio Brown asal Australia. Brown Energy dapat digunakan baik oleh motor (empat tak) maupun mobil. Harga per botol plus biaya pemasangan Rp 400.000,00 untuk motor dan untuk mobil Rp 800.000,00 – Rp 1,5 juta. Untuk keberlanjutan kerja, diperlukan pengisian ulang air murni yang disediakan seharga Rp 3.000,00 per botol.

Bisnis Kecil Menguntungkan

Martabak San Fransisco

Terletak di pusat jajana serba ada (pujasera) San Frasisco, ada satu menu spesial di sana, yaitu Martabak Manis Spesial Ajun San Frasisco. Di Bandung, nama martabak San Frasisco memang sudah tidak asing lagi. Bahkan martabak perintis di kota Bandung ini sudah dikenal luas dari berbagai daerah. Malahan kebanyakan pelanggan menjadikan oleh-oleh kota Bandung. “Bisa tahan sampai dua hari,” kata sang pemilik.
Martabak manis yang dalam bahasa bangka disebut kue terang bulan ini tidak berbeda dengan martabak manis lainnya. Hanya kualitas bahan yang senantiasa dijaga menjadikan martabak ini terkenal sampai daerah lain. Ada banyak piliha martabak yang ditawarkan San Frasisco, yang paling terkenal adalah martabak spesial keju. Dengan harga Rp 50.000,00 perporsi.

Steak ala Spatula Tepan

Warung kaki lima “Spatula Tepan” yang terletak di pinggir jalan Burangrang dan Wayang, yang menawarkan steak dengan rasa sekelas restoran berbintang. Adalah Oede sang pelopor yang mencoba peruntungan denga berjualan steak ala kaki lima. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai koki di sebuah restoran cukup terkenal di kota Bandung itu sengaja mendirikan tenda di pinggir jalan guna melayani pelanggannya.
Berdiri baru dua bulan bukan halangan bagi Oede dan keluarga untuk meraup keuntungan. Buktinya warungnya tidak pernah sepi dari pelanggan. Entah dari dalam kota maupun dari luar kota, datang silih berganti memadati warung yang hanya berukuran 2x2 meter itu.
Untuk steak, Oede menawarkan berbagai macam, namun Tenderloid Steak yang paling diminati. Dagingya yang empuk serta tak mengandung lemak, menjadi penyeimbang para pelanggan. Tenderloid Steak dihargai Rp 15.000,00 perporsi, dengan ditambah kentang goreng, wortel, dan buncis. Steak di “Spatula Tepan” memang tergolong spesial, terutama di saosnya yang merupakan campuran antara saus barbeque dan mashrum. “Pada dasarnya sama saja, hanya campuran sausnya yang berbeda,” kata Oede.
Nama warung steak yang dimiliki Oede memang tergolong unik. Mengambil sepasang alat masak yakni spatula dan tepan, menjadi daya tarik dan rasa penasaran setiap pengunjung. Spatula adalah semacam wajan besar yang rata, biasanya bisa untuk memanggan. Sementara tepan adalah alat penggorengan.






Mahasiswa Beromzet Miliaran

Di usia yang baru menginjak 23 tahun, Elang Gumilang sudah menjadi pengusaha dengan catatan omzet hingga miliaran rupiah. Namanya melambung sebab Elang berhasil menyambet sejumlah penghargaan bergengsi bidang wirausaha, seperti Wirausaha Muda Mandiri Terbaik Indonesia Tahun 2007 dan Indonesia’s Top Young Entrepreneur 2008. Elang membangun deretan rumah tipe 22/60 dan tipe 36/72 di daerah Bogor. Berkat subsidi dari Kementrian Negara Perumahan Rakyat, rumah tersebut di tawarkan seharga Rp 25 juta-37 juta per unitnya. Hanya dengan DP Rp 1 juta-3,7 juta dan cicilan muli dari Rp 124.000,00-290.000,00 per bulan selama 15 tahun, mereka sudah bisa memiliki rumah tersebut.

Jiwa wirausahanya sendiri mulai terasah saat ia mengenyam pendidikan di SMA 1 Bogor. Ketika itu, Elang bertekad saatnya nanti lulus SMA, ia ingin bisa membiayai kuliahnya sendiri tanpa menggantungkan diri pada orang tuanya. Diam-diam Elang pun berbisnis kecil-kecilan dengan berjualan donat keliling. Lumayan juga, setiap hari dia bisa mengantongi setidaknya Rp 50.000,00. Ketika masuk kampus IPB, jiwa bisnis Elang pun berlanjut. Di tingkat pertama IPB, Elang berjualan sepatu dan supplier lampu bolam di asrama IPB. Setelah tidak bisnis sepatu, Elang kebingungan mencari bisnis apalagi. Di mulai mempunyai ide untuk menjual lampu di kampusnya. Peluang bisnis lampu sendiri diawali ketika Elang melihat banyak lampu di IPB yang redup. Uniknya, strategi bisnis lampu itu nyaris tanpa modal. Sekadar bermodal surat dari kampus, ia melobi salah satu perusahaan lampu untuk menyetok lampu di kampusnya. Dan ternyata, proposalnya gol. Setiap penjualan, ia pun mendapat keuntungan hingga Rp 15 juta.
Di tingkat dua, sebab perputaran uang pada lampu sangat lambat, Elang pun beralih pada bisnis berjualan minyak goreng. Satu persatu toko di sepanjang kawasan kampus, ia titip minyak. Karena menguras tenaga, ia pun memutuskan berhenti bisnis minyak. “Saya mulai mikir bisnis yang pakai otak,” kata Elang. Kemudian ia pun beralih ke bisnis lembaga kursus bahasa Inggris di kampusnya. Adapun modalnya, ia patungan bersama kawan-kawannya.

Elang juga menyebutkan agar para wirausahawan pemula jangan terlalu banyak ragu dalam memulai bisnis. “Biasanya, suka mengeluh tidak ada modal. Padahal, modal tidak identik dengan uang, modal itu bias juga berbentuk nama baik dan relasi,” tutur Elang. “Yang penting adalah niat harus benar, berani keluar dari zona aman, dan sungguh-sungguh mengerjakan, dan tentunya sinergis dari keyakinan pada Allah SWT, ilmu, dan ikhtiar,” ungkap Elang, lagi.